Fri, 31 Oct 2014
Home » News » 2013-05-03 15:59

Harga Bawang Putih Turun, April Deflasi

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat April 2013 terjadi deflasi 0,10%. Dari 66  indeks harga konsumen (IHK) 66 kota, 38 kota mengalami deflasi dan 28 kota inflasi.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) mencapai 2,32%, sedangkan inflasi tahunan (year on year; yoy) 5,57%.

Penyebab utama deflasi adalah penurunan harga beberapa komoditas, antara lain bawang putih dan emas perhiasan.

Kepala BPS Suryamin me­maparkan harga bawang putih turun drastis 25,6% dengan sumbangan deflasi 0,18%. “Stok bawang putih cukup, penurunan IHK di 62 kota, tertinggi di Sumenep dan Jember,” tuturnya, kemarin.

Harga emas perhiasan turun 4,13% dengan andil deflasi 0,1%. Penurunan harga di pasar internasional memengaruhi harga di pasar domestik.

Komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga adalah beras sebesar 0,93% de­ngan andil deflasi 0,06%. Pe­nyebabnya, sentra-sentra produksi memasuki masa panen.

Suryamin menyebutkan pe­nyumbang deflasi lain, yakni tomat sayur yang harganya turun 13,9% dengan andil 0,03 dan cabai rawit turun 13,56% dengan andil 0,03%.

“Penurunan harga tomat dan cabai rawit karena pasokan ba­nyak seiring dengan curah hujan yang berkurang,” ungkapnya.

Sementara itu, harga daging ayam ras dan ikan segar  juga turun masing-masing 1,64% dan 0,48%.

Cuaca sudah baik untuk melaut sehingga pasokan kembali normal.

Menghambat

Meski April deflasi, ia menyatakan masih ada komoditas yang menghambat karena harganya tetap  tinggi, misalnya  bawang merah.

Sejak April harganya me­mang terus menurun, tetapi tetap di atas harga normal, yaitu Rp 37 ribu per kg pada minggu kelima April.

“Andil bawang merah 0,07%. Perubahan harga 6,37% merupakan pengaruh kenaikan bulan sebelumnya yang cukup signifikan. Rata-rata April masih tinggi dibandingkan dengan Maret,” jelasnya.

Penurunan harga di tingkat petani, kata dia, sangat cepat tetapi di tingkat pedagang harga bawang merah masih tinggi.

Kenaikan harga pada April juga terjadi pada apel sebesar 14,6% dengan andil inflasi 0,04%, jeruk naik 4,32% dengan andil 0,03%, dan sewa rumah naik 0,9% dengan andil 0,03%.

Deputi Bidang Statistik Dis­tribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menyebutkan Maret dan April biasanya deflasi.

Namun, Maret lalu inflasi tinggi karena kenaikan harga hortikultura, terutama bawang putih dan merah.Inflasi Mei diperkirakan kecil

 

sumber : suaramerdeka




HARGA TERTINGGI
  • Kota Surakarta - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9800
  • Kab. Purbalingga - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9540
  • Kab. Banjarnegara - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9530
  • Kab. Banyumas - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9520
  • Kab. Kebumen - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9510
  • Kab. Purworejo - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9500
  • Kab. Wonosobo - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9500
  • Kab. Cilacap - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9500
  • Kota Semarang - Gula Pasir Kristal Putih (kw medium) - 9500
  • Kab. Purbalingga - Minyak Goreng Bimoli Botol 620cc/bt - 9480
HARGA TERENDAH
  • Kota Surakarta - Kacang Hijau - 10000
  • Kota Surakarta - Cabe Besar Keriting - 10000
  • Kota Semarang - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10500
  • Kota Surakarta - Minyak Goreng Bimoli Botol 1 liter - 10500
  • Kab. Purworejo - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10500
  • Kab. Wonosobo - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10500
  • Kab. Banjarnegara - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10500
  • Kab. Cilacap - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10500
  • Kab. Kebumen - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10510
  • Kab. Banyumas - Minyak Goreng Curah (Tanpa Merk) - 10510

Sekretariat TPPH Jateng Jl. Imam Bardjo no.4 - Semarang
Telp/Fax: (024) 8310246 email: info@tpph-jateng.go.id
develop by GIT SOLUTION