Wed, 23 Jul 2014
Home » News » 2013-07-25 17:42

Harga Beras Tak Kunjung Turun

SOLO - Harga beras di pasaran masih saja tinggi meski stok persediaan berlimpah setelah panen. Padahal harga sejumlah komoditas, seperti cabai, bawang marah dan bawang putih sudah berangsur turun.

Menurut Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta Edhy Rizwan, tingginya harga beras di pasaran saat ini disebabkan efek psikologis masyarakat. Kondisi seperti ini sering terjadi pada waktu tertentu, misalnya pada momentum puasa dan jelang lebaran.

Masyarakat meningkatkan pembelian beras lantaran takut akan ada kenaikan harga jelang lebaran. "Dan, pedagang pun melakukan ekspektasi dengan menaikkan harga," kata Edhy, Kamis (25/7).

Pemilik toko dan distributor beras Adi Rasa di Pasar Legi Solo, Moedjianto mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak awal puasa hinggga saat ini.

Kenaikan harga terjadi untuk berbagai jenis beras, mulai kualitas sedang hingga paling unggul, seperti rajalele. Jika dirata-rata, kata dia, sepanjang dua pekan selama ramadan ini, kenaikan sudah mencapai Rp 300 hingga Rp 400 per kilogram.  

"Misalnya, saat ini harga beras termurah berkisar Rp 6.800 per kilogram dan yang paling tinggi jenis rajalele sekitar Rp 9.500," kata dia.  

Mudjianto mengakui, kendati stok berlimpah dan distribusi lancar namun harga beras tetap tidak bisa turun. "Permintaan beras tertinggi untuk jenis C4 super, dengan posisi harga di atas Rp 8.000 per kilogram," katanya.

Dia memprediksi, jelang lebaran masih bisa terjadi kenaikan harga. Namun, kenaikannya relatif kecil.

Pedagang beras lainnya, Ali Wiyono juga  mengakui bahwa pergerakan harga beras pada ramadan tahun ini lebih bergejolak dibanding tahun lalu.

Menurutnya, tahun lalu harga beras bisa cukup stabil. "Tapi untuk bulan puasa kali ini harga beras bergerak terus," paparnya.

Lantaran kondisi pasar seperti itu, Bulog Subdivre III Surakarta menyiapkan sejumlah langkah. Mulai dari operasi pasar (OP) hingga pasar murah sepanjang ramadan ini.

Di Colomadu, Bulog baru saja mengadakan pasar murah dengan menjual paket sembako murah yang isinya beras, gula pasir, dan minyak goreng. Kegiatan itu akan dilanjutkan ke tempat lainnya.

sumber : http://www.suaramerdeka.com




HARGA TERTINGGI
  • Kota Surakarta - Gula Pasir DN (kw medium) - 9800
  • Kab. Purbalingga - Gula Pasir DN (kw medium) - 9540
  • Kab. Banjarnegara - Gula Pasir DN (kw medium) - 9530
  • Kab. Banyumas - Gula Pasir DN (kw medium) - 9520
  • Kab. Kebumen - Gula Pasir DN (kw medium) - 9510
  • Kab. Purworejo - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Wonosobo - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Cilacap - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kota Semarang - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Purbalingga - Minyak Goreng Bimoli Botol 620cc/bt - 9480
HARGA TERENDAH
  • Kota Surakarta - Kacang Hijau - 10000
  • Kota Surakarta - Cabe Biasa - 10000
  • Kota Semarang - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kota Surakarta - Minyak Goreng Bimoli Botol 1 liter - 10500
  • Kab. Purworejo - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Wonosobo - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Banjarnegara - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Cilacap - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Kebumen - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10510
  • Kab. Banyumas - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10510

Sekretariat TPPH Jateng Jl. Imam Bardjo no.4 - Semarang
Telp/Fax: (024) 8310246 email: info@tpph-jateng.go.id
develop by GIT SOLUTION