Wed, 23 Jul 2014
Home » News » 2013-05-21 09:58

Operasi Pasar Gas Elpiji Diserbu Warga

KLATEN - Untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji di pasaran akhir-akhir ini, Pemkab Klaten bersama 4 agen resmi melakukan operasi pasar (OP) gas elpiji ukuran tabung 3 kg di empat kecamatan, Senin (20/5).

OP tersebut disambut masyarakat dengan antusias hingga dalam waktu sekejab sudah ludes.

''OP digelar sebagai tindak lanjut inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Satgas elpiji 3 kg pada awal Mei lalu. Tim mendapati masih terjadi banyak kelangkaan di sejumlah pangkalan, padahal permintaan masyarakat masih tinggi,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Klaten, Ir Pri Harsanto MSi, Senin (20/5).

Kebijakan operasi pasar diambil sebagai langkah untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat atas terjadinya kelangkaan baik di pangkalan maupun pengecer. Padahal sebelumnya, Pemkab Klaten sudah mengusahakan penambahan kuota sebesar 100 persen secara fakultatif dari Pertamina.

Operasi pasar tersebut melibatkan agen elpiji 3 kg yakni PT Graha Gas Niaga yang menggelar OP di Kecamatan Cawas, PT Beny Putra melakukan OP di Kecamatan Delanggu, PT Amanah Karya Sejahtera di Pedan dan Karangdowo.

Masing-masing agen menyiapkan 216 tabung elpiji 3 kg yang dijual Rp 14.000/tabung.

''Agen penyalur dalam OP diminta mencatat nama dan alamat pembeli sebagai langkah pengendalian, untuk menghindari terjadinya penimbunan oleh oknum yang ingin mencari untung sendiri. Kami harap OP yang digelar bisa memenuhi harapan masyarakat,'' tegas Pri Harsanto.

Sebelumnya, Pemkab Klaten melalui Bagian Perekonomian mengajukan tambahan kuota gas elpiji ukuran 3 kg sebesar 100 persen ke Manager Domestik Gas Regional IV PT Pertamina Jawa Tengah. Rencananya, tambahan kuota elpiji akan diberikan pada 23-24 Mei 2013.

Pemkab Klaten meminta kepada para agen, pangkalan dan konsumen agar tidak melakukan penimbunan yang bisa merugikan masyarakat. Bagi yang melakukan penimbunan bisa diambil langkah tegas dengan membawa kasusnya ke jalur hukum. Ancaman sanksinya sangat berat.

''Bagi yang melakukan penimbunan akan diancam sanksi sesuai pasal 54 dan 55 Undang-undang no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 60 miliar, '' kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Klaten, It Pri Harsanto MSi, Senin (20/5).

 

sumber : http://www.suaramerdeka.com




HARGA TERTINGGI
  • Kota Surakarta - Gula Pasir DN (kw medium) - 9800
  • Kab. Purbalingga - Gula Pasir DN (kw medium) - 9540
  • Kab. Banjarnegara - Gula Pasir DN (kw medium) - 9530
  • Kab. Banyumas - Gula Pasir DN (kw medium) - 9520
  • Kab. Kebumen - Gula Pasir DN (kw medium) - 9510
  • Kab. Purworejo - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Wonosobo - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Cilacap - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kota Semarang - Gula Pasir DN (kw medium) - 9500
  • Kab. Purbalingga - Minyak Goreng Bimoli Botol 620cc/bt - 9480
HARGA TERENDAH
  • Kota Surakarta - Kacang Hijau - 10000
  • Kota Surakarta - Cabe Biasa - 10000
  • Kota Semarang - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kota Surakarta - Minyak Goreng Bimoli Botol 1 liter - 10500
  • Kab. Purworejo - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Wonosobo - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Banjarnegara - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Cilacap - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10500
  • Kab. Kebumen - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10510
  • Kab. Banyumas - Minyak Goreng Tanpa Merk - 10510

Sekretariat TPPH Jateng Jl. Imam Bardjo no.4 - Semarang
Telp/Fax: (024) 8310246 email: info@tpph-jateng.go.id
develop by GIT SOLUTION